Home » , , » Komunikasi Yang Menjadikan Kebiasaan dan Kebosanan

Komunikasi Yang Menjadikan Kebiasaan dan Kebosanan

Written By Khotibul Umam on 13 Jun 2012 | 6/13/2012 03:45:00 AM

Saya adalah salah seorang yang bisa dikatakan cuek ketika berhadapan dengan orang lain. Itu karena mungkin emang sudah menjadi karakter saya yang pendiam, jarang bicara terhadap orang lain, bahkan ketika sama temen-temen yang sudah saya anggap dekatpun terkadang begitu. hal seperti itu terus-menerus terjadi setiap saat.
Terkadang ketika saya sedang berduaan bersama temen saya pun saya cenderung diam dan tidak banyak berbica, paling hanya sekedar ngombrol biasa dan yang mungkin obrolan itu agak jelas (fokus). Bahkan malah biasanya hanya bertanya-tanya aja sedikit sekedar sapa dan ngobrol sekenanya aja. setelah itu mungkin lebih banyak mendengarkan dari omongan teman saya yang ketika diajak ngbrol. Ketika dia sudah berhenti ngomongnya terkadang saya jarang respon untuk membalasnya karena emang terkadang bingung dan berpikir saya mau ngomong apa lagi yah...!!

Hal itu sering sekali saya alami. Tetapi anehnya saya memiliki keinginan untuk terus bersama. Contoh juga ketika saya bersama pacar. Dari mulai pertama berpacaran saya sudah membiasakan untuk ketemu inten dengannya, berhubungan via telpon dan sms yang cukup inten. karena sudah menjadi kebiasaan hal itu menjadikan dia terkandang tidak mau bertemu atau telpon sebentar saja. .................................... .................................................................................................................

Coretan dari tulisan ini sebenarnya menggambarkan bahwasanya Komunikasi itu emang sangat penting dalam menjalani sebuah alur kehidupan, baik dalam bermasyarakat berhubungan dengan pacar maupun yang lainnya. tetapi disatu sisi bahwa dalam berkomunikasi juga harus dengan metode yang tepat. ketika saya adalah tipikal orang diam tetapi saya membiasakan komunikasi dengan pacar itu intensitasnya lama itu terkadang malah bisa menjadikan bumerang bagi diri sendiri. selain itu juga terkadang bisa mengakibatkan kejenuhan. Hal itu perlu kita perhatikan baik-baik bagaimana kita bisa menjalin hubungan yang baik tanpa harus mengalami hal itu. Kalau itu memang komunikasi dengan intensitas yang panjang itu terkadang perlu juga untuk melepas rindu dan lainnya dengan orang lain, tetapi kalau sudah membiasakan itu yang repot sendiri, apalagi kalau semisal lagi ada kesibukan atau lagi bersama teman-temen ataupun lagi sedang kurang bergairah baik (lagi banyak pikiran, perasaannya tidak bergairah, dll) itu terkadang malah bisa menjadikan kurang baik (pacarnya bisa ngambek, jadi ga fokus pikirannya, dll).

Langkah-langkah dalam mengatasi hal tersebut mungkin yang menjadi perhatian adalah dalam hal komunikasi dengan intensitas yang lama, jangan membiasakan hal itu. Intensitas yang lama bisa dilakukan sesekali dengan teman maupun pacar ketika hal-hal yang sekiranya dianggap perlu dan butuh waktu yang lama (misal baru ketemu, atau sudah beberapa minggu tidak telpon ataupun ketika ada obrolan yang penting dan membutuhkan waktu yang lama).  Terus kemudian bagi yang sudah terlanjut adalah tentunya memberikan penyadaran bersama dengan pacar ataupun yang lainnya terkait hal tersebut agar mau merubah pola komunikasi yang efektif dan tidak menjadikan kebiasaan dengan intensitas lama. berhubungan/berkomunikasilah dengan baik yakni terus-menerus tetapi tidak terlalu sering (ex; ketika bertemu pacar cukup 2/3 hari sekali) dan intensitasnya dalam bertemu tidak terlalu lama (ex; cukup 1-2 jam). Hal tersebut bisa sesuai kebutuhan yang sekiranya bisa dianggap cukup agar tidak menjadi kebiasaan dan menimbulkan kebosakan/kejenuhan.

Mungkin itu saja coretan saya, karena ini untuk melatih/belajar dalam untuk menumbuhkan kebiasaan dalam menulis. terima kasih............
Share this article :

0 comments:

Arsip Curahan

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Curahan Tangan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Khotibul Umam
Proudly powered by Blogger