Home » » MANAJEMEN SARANA

MANAJEMEN SARANA

Written By umam on 11 Sep 2008 | 9/11/2008 01:25:00 AM

BAB I

PENDAHULUAN

Kadang–kadang pengertian tentang alat pelajaran, alat peraga dan media pendidikan masih sukar dibedakan orang. Alat pelajaran adalah alat yang digunakan secara langsung dalam proses balajar mengajar. Alat ini mungkin berwujud buku, alat peraga, alat tulis dan alat praktek. Sedangkan pengertian alat peraga menurut Anwar Yassin M.Ed. yang dikutip oleh Dra. Suharimi AK. (197, hal. 1) adalah alat pembantu pendidikan dan pengajaran, dapat berupa perbuatan-perbuatan atau benda-benda yang sudah memberi pengertian kepada anak didik berturut- turut dari yang abstrak sampai kepada yang kongkrit.

Mengenai media pendidikan dikatakan oleh Umar Sawito (1978, hal. 13) adalah sarana pendidikan yang digunakan sebagai perantara dalam proses belajar mengajar, untuk lebih mempertinggi efektifitas dan efisiensi dalam mencapai tujuan pendidikan.

Ada tiga jenis media ialah audio, media visual, dan media udio visual. Dari segi adinistrasi tinjauan kita tentunya lain lagi. Yang paling penting bukan pada pengertian atau definisi definisi tentang sarana pendidikan itu melainkan bagaimana pengadinistrasian dari semuanya itu sehingga dapat membantu memperlancar proses pencapaian tujuan pendididkan di sekolah. Mengingat dewasa ini belum terdapat tenaga profesional yang menangani pengadministrasian dan pemeliharaan sarana tersebut, maka tugas-tugas dalam hal ini biasanya diserahkan pada salah seorang atau lebih karyawan (pegawai sekoah) yang ditunjuk. Untuk lebih lanut akan dibahas dalam bab II.

BAB II

MANAJEMEN SARANA/PRASARANA DAN KEUANGAN

Sarana pendidikan adalah peralatan dan perlengkapan yang secara langsung dipergunakan dan menunjang proses pendidikan, khususnya proses belajar mengajar, seperti gedung, ruang kelas, meja kursi, serta alat-alat dan media pengajaran. Adapun yang dimaksud dengan prasarana pendidikan adalah fasilitas yang secara tidak langsung menunjng jalannya proses pendidikan atau pengajaran, seperti halaman, kebun, taman sekolah, tetapi jika dimanfaatkan secara langsung untuk prses belajar mengajar, seperti taman sekolah untuk pengajaran biologi, halaman sekolah sebagai sekaligus lapangan olahraga, komponen tersebut merupakan sarana pendidikan.

Manajemen sarana dan prasarana pendidikan bertugas mengatur dan menjaga sarana dan prasarana pendidikan agar dapat memberikan kontribusi secara optimal dan berarti pada jalannya proses pendidikan. Kegiatan pengelolaan ini meliputi kegiatan perencanaan, pengadaan, pengawasan, penyimpanan inventarais, dan penghapusan serta penataan.

Manjemen sarana dan prasarana yang baik diharapkan dapat menciptakan sekolah yang bersih, rapih, indah sehingga menciptakan kondisi yang menyenangkan baik bagi guru maupun para murid. Disamping itu juga diharapkan tersedianya alat-alat dan fasilitas-fasilitas belajar yang memadai secara kuantitatif, kualitatif, dan relevan dengan kebutuhan serta dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingn proses pendidikan dan pengajaran, baik oleh guru sebagai pengajar maupun murid-murid sebagai pelajar.

Dijtinjau dari fungsi atau peranannya terhadap pelaksanaan proses belajar mengajar maka sarana pendidikan (sarana material) dibedakan menjadi 3 macam :

  1. Alat pelajaran
  2. Alat peraga
  3. Media pengajaran (Dra. Suharsimi A., 179, hal. 9 dst)

Selanutnya menurut beliau (1979, hal 80) diterangkan bahwa yang diaksud pra-sarana pendidika adalaah sekolah dan alat perabot sekolah. Prasarana pendidikan ini juga berperan dalam proses belajar walaupun secara tidak langsung.

Pada garis besarnya administrasi sarana dan prasrana meliputi lima hal :

  1. Penentuan kebutuhan.
  2. Proses pengadaan
  3. Pemakaian
  4. Pencatatan/pengurusan.
  5. Pertanggungjawaban.

Keterangan :

  1. Penentuan kebutuhan.

Sebelum mengadakan alat-alat tertentu atau fasilitas yang lain lebih dahulu harus melalui prosedur penelitian yaitu melihat kembali kekeyaan yang telah ada. Dengan demikian baru bisa ditentukan sarana apa yang diperlukan berdasar kepentingan pendidikan-pendidikan disekolah itu.

  1. Proses pengadaan

Dalam pengadan sarana pendidikan ada beberapa kemungkinan yang bisa ditempuh :

· Pembelian dengan biaya pemerintah.

· Pembelian dengan biaya dari SPP.

· Bantuan dari BP3 dan,

· Bantuan dari masyarakat lainnya.

  1. Pemakaian

Dari segi pemakaian (penggunaan) terutama sarana alat perlengkapan dapat dibedakan atas :

· Barang habis pakai.

· Barang tak habis pakai. (dibahas didepan).

PENGATURAN PERLENGKAPAN, PERALATAN DAN MEDIA PELAJARAN TERMASUK BUKU-BUKU PELAJARAN.

1. pengertian

Yang dimaksud dangan perlengkapan dalam uraiaan ini adalah semua barang yang diperlukan baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak yang dianggap sebagai sarana penunjang pelaksanaan tugas pendidikan disekolah.

Dalam buku pedoman umum penyelenggaraan administrasi sekolah menengah, yang diterbitkan pendidikan dasar dan menengah DIREKTORAT SARANA PENDIDIKAN (halaman 75), ditegaskan dua jenis barang :

a. Barang yang bergerak yang terbagi atas :

a. 1. Barang habis pakai meliputi semua barang yang susut sampai habis atau tidak berfungsi lagi serta tidak perlu diinvestarisasikan seperti tercantum dalam keputusan MENTERI KEUANGAN tanggal 13 April 1971 No. 225/MK/V/1971. Penggunaan barang habis pakai harus secara maksimal dan dipertanggung jawabkan pada tiap triwulan sekali.

a.2. Barang tak habis pakai meliputi semua barang yang dapat dipakai berulang-ulang, tidak susut volumenya atau masa kegunaannya dalam jangka waktu yang panjang dan memerluakan perwatan agar siap pakai. Sedangkan penggunaannya dipertanggung jawabkan setiap satu tahun sekali, maka perlu pemeliharaan barang barang itu yang disebut Inventaris.

b. Barang tidak bergerak yaitu perlengkapan yang tidak berpindah pindah lain berupa tanah, bengunan.

2. tujuan pengaturan perlengkapan

Tujuan dari pengaturan ini ialah untuk mengadakan perincian semua kegiatan ang berhubungan dengan perlengkapan dan sekaligus memberi bimbingan tantang bagaimana cara melaksanakn kegiatanagar dapat tercapai/membantu tercapainyatugas yang dipertanggung jawabkan bagi tiap unit sekolah.

3. Proses pengaturan perlengkpan

Menurut buku pedoman yang dikeluarkan oleh DIREKTORAT JENDRAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH dikemukakan langkah-langkah dalam penataan perlengkapan sebagai berikut :

1. Perencanaan

2. Pengadaan

3. Penyimpanan dan penyaluran

4. Peeliharaan

5. Penginventarisasian dan penghapusan

6. Tata perlengkapan sekolah

uaraian berikut meliputi :

1. Perencanaan dan penentuan kebutuhan perlengkapan sekolah

2. Penganggaran atau perencanaan biaya

3. Pengadaan

4. Penyimpanan dan penyaluran

5. Peeliharaan perlengkapan

6. Penghapusan

7. Pengendalian

1) Perencanaan dan penentuan kebutuhan perlengkapan sekolah

Mengapa diperlukan perencanaan dan penentuan kebutuhan perlengkapan sekolah :

a. Dengan adanya perencanaan yang matang maka suatu kegiatan dapat dilaksanakan dengan baik sesuai dengan recana yang ditetapkan.

b. Memudahkan para pengelola untuk mengetahui berapa besar dana yang harus disediakan untuk dapat melaksanakan kegiataan itu.

c. Akan memudahkan kita melakukan pengawasan dan pengendalian terhadap kegitan yang dilaksanakan, sesuaikah atau tidak sesuaikah dengan rencana.

Dalam pennyusunan rencana kebutuhan harus diperhatikan hal-hal yang menyangkut :

1. Macam kegiatan

2. Kebutuhan barang baik jenis maupun volume barang.

Khusus untuk perlengkapan sekolah perlu diperhatikan hal-hal sebagai beriktu :

a. Mengikuti pedoman (standard) jenis, kuantitas dan kualitas perlengkapan yang diperlukan sekolah.

b. Mengadakan perlengkapan yang diperlukan sesuai dengan planfond (anggaran yang disediakan)

c. Menyediakan dan menggunakan perlengkapan yang dalam kegiatan operasi.

d. Menyimpan dan memelihara perlengkapan.

e. Menghapuskan perlengkapan menurut prosedur yang berlaku.

f. Mengikuti prosedur pengelolaan perlengkapan.

g. Mengumpulkan dan mengolah data perlengkapan.

(bersumber buku pedoman dirjen pendidikan dasar dan menengah, halaman 76).

Perlu diperhatikan pula keadaan inventaris tahun-tahun sebelumnya, apakah ada penambahan atau pengurngan dan perhitungkan juga jumlah pegawai yang ada (formasi yang telah ada). Rencana kebutuhan itu biasanya untuk angka waktu satu tahun.

2) Penganggaran atau perencanaan biaya

Setelah rencana kebutuhan perlengkapan selesai dibuat, lalu disusun perencanaan biaya yang meliputi :

· Biaya pengadaan

· Biaya penyimpanan

· Biaya penyaluran

· Biaya penginventarisasi

· Biaya penghapusan

Penyusunan rencana anggaran didasarkan pada perencanaan dan penentuan kebutuhan yang dinilai dalam uang dan dituangkan pada daftar usulan kegiatan (DUK) dan dftar usulan proyek (DUP). Prosedur untuk menyusun rencana anggaran sampai menjadi angggaran adalah sebagai berikut :

1. Setiap tahun kepala kantor/satuan kerja/ pemimpin proyek mengajukan rencana anggaran berupa DUK atau DUP untuk tahun mendatang kepada Menteri, Ketua lembaga yang bersangkutan melalui atasannya.

2. DUK dan DUP yang diterima Departemen Lembaga yang bersangkutan diproses, kemudian diajkan kepada MENTERI KEUANGAN dan KETUA BAPENAS.

Kepala kantor/pemimpin proyek dapat melaksanakan kegiatanproyek setelah DIK dan DIP yang diusulkan masing-masing departemen disahkan oleh MENTERI KEUANGAN dan KETUA BAPENAS.

Dengan disahkannya DIK dan DIP maka menteri yanag bersangkutan menyusun pola operasional untuk digunakan sebagai dasar pelaksanaan opersional kegiatan/proyek.

Dalam buku pedoman umum penyelengaraan administrasi sekolah menengah dengan tuntas telah dijabarkan tata cara perencanaan pengadan barang bergerak dan tak bergerak yang menckup hal-hal sebagai berikut :

1. Perencanaan pengadan barang bergerak meliputi :

1.1. Baranga habis pakai

1.2. Baranga tak habis pakai

1.1. Baranga habis pakai direncnakan sebaga berikut :

· Menyusun daftar perlegkapan yang disesuaikan dengan kebutuhan dari rencana kegiatan sekolah tiap bulan.

· Meyusun perkiraan biaya yang diperlukan untuk mengadkan barang tersebut tiap buan.

· Menysun rencana pengadaan barang tersebut menjadi renccana triwulan dengan kemudian menjadi rencana tahunan.

1.2. Baranga tak habis pakai direncanakan dengan urutan sebagai berikut :

1. Mengnalisa dan menyusun keperluan perlengkapan sesuai dengan rencana kegitan sekolah serta meperhatikan perlengkapan yang masih ada dan masih dapat dipakai.

2. Memperkirakan biaya perlengkapanyang direncanakan dengan memperhatikan standard yang telah ditentuka.

3. Menetapkan skala prioritas menurut dana yang tersedia mengenai kebutuhan dan menyusun rencana pengadaan tahunan.

  1. Pengurusan dan Pencatatan

Untuk keperluan pengurusan dan pencatatan ini disediakan instrumen administrasi berupa :

· Buku inventaris

· Buku pembelian

· Buu penghapusan

· Kartu barang

  1. Pertanggungjawaban

Penggunaan barang-barang inventaris sekolah harus dipertanggungjawabkan dengan jalan membauat laopran penggunaan barang-barang tersebut yang ditujukan kepada instansi atasan (Kanwil Dept. P & K ).

FUNGSI KANTOR

Ada banyakdan macam-macam fungsi kantor itu, yang mana bergntung pada besar sekolah dan organisasi program sekolah secara keseluruhan. Yang berikut ini pada umumnya terdapat pada kantor suatu sekolah yang cukup besar.

  1. Mengkomunikasikan-bertukar informasi dengan menggunakan alat-alat seperti telpon, buletin, korespondensi, dan pertemuan berhadapan muka.
  2. Memproses bahan- mengetik, memperbanyak.
  3. Menangani korespondensi dan surat-surat- mempersiapkan dan memproses surat-surat, dan meneruskan surat-surat bagi guru dan murid.
  4. Memperoleh perbekalan dan perlengkapan- buat guru maupun bukan guru.
  5. Mencatat kehadiran murid- memeriksa dan mencatat kehadiran dan menjelaskan ketakhadiran murid.
  6. Mengawasi pelaksanaan program harian- memriksa dan menyesuaikan jadwal harian dan kegiatan murid.
  7. Mengadministrasi catatan-catatan – memelihara, menyimpan, mengikhtisarkan, dan meyediakan informasi.
  8. Mempersiapkan laporan-laporan – laporan kuartal/semester dan laporan tahunan kepala seklah.
  9. Mengawasi penggunaan dan pemeliharaan gedungdan fasilitas fisik lainnya- memriksa bahwa pemeliharaan kebersihan dan pelayanan-pelayanan lain berjalan baik.
  10. Melaksanakan hubungan dengan masyarakat- melayani tamu sekolah dan menyediakan informasi.
  11. Mengatai situasi darurat- yang meminta tindakan segera ditempat.

KEUANGAN SEKOLAH

Pembuatan anggaran belanja

Administrasi sekolah yang baik meminta anggaran belanja yang direncanakan denngan teliti dan penggunaannya yang efektif. Pada dasarnya anggaran balanja adalah suatu pernyataan yangterurai tentang sumber-sunber keuangan yang perlu untuk melaksanakan berbagai program sekolah selama periode satu tahun fiskal. Proses pembuatan anggaran pendiidkan melibat penetuan pengeluaran maupun pendapatan yang beralian dengan keseluruhan operasi sekolah.

Pengeluaran

Penentuan pengeluaran biaya pendidikan melibat pertimbangan tentang tiap kategori anggaran belanja yang berikut :

1. Pengawasan umum. Dalam kategori ini termasuk sumnber-sumber keungan yang ditetapkan bagi pelaksanaan tugas-tugas administratif dan manajerial. Gaji para administrator, para pembantu administratif, serta biaya perlengkapan kantordan perbekalan- semuanya tercakup dalam kategori pengawasan umum.

2. Pengajaran. Kategori ini meliputi gaji guru dan pengeluaran bagi buku-buku pelajaran, alat-alat, dan perlengkapan yang diperlukan dalam pengajaran. Biasanya kategori ini merupakan 70-75 persen dari keseluruhan anggaran belanja.

3. Pelayanan bantuan. Pengeluaran yang bertalian dengan pelayanan-pelayanan kesehatan, bimbingan, dan perpustakaan termasuk kategori ini.

4. Pemelihaan gedung. Penggantian dan perbaikan perlengkapan, pemeliharaan gedung dan halman sekolah adalah contoh-contoh bagian dari kategori ini.

5. Operasi. Biaya telpon, air, listrik, sewa gedung dan tanah, dan gaji personil pemeliharaan gedung termasuk dalam kategori ini.

6. Pengeluaran tetap pengeluaran moda, jasa hutang, dan perkiraan pendapatan.

Pendapatan

Sumber-sumber pendapatan juga harus dipertimbangkan dalam proses pembuatan anggaran belanja itu. Pendapatan sekolah pemerintah biasanya diperoleh dari sumber-sumber keuangan pemerintah sendiri (apbn), dari orang tua murid seperti sumbangan penbinaan pendidikan (spp), dan dari badan pembantu penyelenggaraan pendidikan(bp3). Pendapatan sekolah swasta diperoleh dari sumber-sumber sendiri, dari orang- tua murid, dan bisa pula dari pemerintah dalam bentuk subsidi kepada sekolah swasta.

Manajemen keuangan yang efektif disekolah-sekolah meminta pengetahuan tentang sumber-sumber pendapatan yang tersedia bagi sekolah-sekolah dan tentang metode-metode penggunaan dana-dana ini bagi keuntungan yang sebesar-besarnya. Karena usul-usul buat pengembangan atau penyesuaian program, tak dapat tidak, menimbulkan pertnyaan tentang biaya, administrator sekolah membutuhkan kecakapan dalam memejukan usul-usul untuk pengeluaran uang, dan dalam menerjemahkan usul-usul itu dalam kata-kata keuangan, dan dalam menunjukan sumber-sumber pendapatan yang tersedia. Pembuatan yang cakap juga meliputi pengelolaan secara efisien dana-dana yang berasal dari spp, dari bp3, dan dari kegiatan-kegiatan ekstrakulikuler.

PELAYANAN BANTU

Ada banyak pelayanan bantu yang diharapkan dari sekolah. Dalam hal ini kepala sekolah harus menyedikan kepemimpinan dibanyak bidang yang berfungsi kepada maksud-maksud pendirian sekolah.

PELAYANAN PERPUSTAKAAN

Perpustakaan yang diracang dengan baik menyediakan sumber-sumber yang terpusat, yang akan memenuhi dengan efisien kebutuhan-kebutuhan dari setiap bagian pengajaran dan pelyanan siekolah. Semua bagian pengajaran hendaknya ikut serta dalam menetapkan kebutuhan-kebutuhan dari perpustakaan dan dalan menjamin alokasi dana-dana yang bijaksanauntuk mempertinggi potensi belajar mengajar dari eluruh sekolah.

FUNGSI PERPUSTAKAAN

Peranan perpustakaan sekolah yang tradisional berpusat pada kewajiban-kewajiban yang bertalian dengan pembelian, sirkulasi, perbaikan, dan pengawsan buku-buku serta bahanpendidikan lain untuk menambah, melengkapi, dan memperkaya kesempatan belajar yang telah disediakan oleh program pendidikan sekolah. Bahan pendidikan diluar buku-buku, yang biasanya telah pula menjadi kewajiban pemeliharaan dari perpustakaan sekolah, meliputi bahan audio visual, majalah, peta, gambar dan bahan cetak lain.

Tekanan pokok dan kebijksanaan opreasionaldalam hal ini condong untuk memandang perpustakaan sebagai sumber suplementer, bukan sebagai sumber belajar primer. Penggunaan fasilitas perpustakaan sebagai sumber belajar primer adalah suatu tujuan yang masih jauh dikebanyakan sekolah kita.

Perpustakaan sebagai pusat belajar. Konsep-konsep baru cenderung memandang perpustakaan sebagai unsur paling penting dalam keseluruhan pusat sumber belajar, yang juga sering disebut pusat bahan instruksional. Implementasi konsep-konsep serupa melibatkan tidak saja penciptaan suatu konsep instruksional bagi seluruh sekolah, tetapi juga pengembangan kemampuan belajar yang maksimum melalui pemgadaan kamar dengar, kamaar lihat, kamar baca,dan laboratorium dalam bidang bidang studi seperti bahasa inggris, matematika, ilmu pemgetahuan sosial dan alam.

PENGADMINISTRASIAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH

Secara garis besar dapat dikemukakan agarpenggunaan perpustakaan sekolah dapat berjalan tertib, efektif dan efisien diperlukan berbagai kelengkapan tatalaksana sebagai berikut :

1. Tata tertib perpustakaan

2. Buku induk anggota perpustakaan

3. Buku induk bahan pustaka

4. Almari katalog

5. Kartu buku

6. Kantong buku

7. Lembar pengambilan

8. Katu peminjam

9. Label buku

10. Blangko peringatan

11. Kartu katalog

Tetepi dewasa ini kenyataannya belum seluruh sekolah dinegeri ini mempunyai perpustakaan yang lengkap.

Oleh karena itu sekolah sekolah yang masih dalam taraf mulai membina/mengembangkan perpustakaannya tidak perlu terikat oleh kesebelas perlengkapan tersebut, yang terpenting adalah bagaimana agar murid-murid memiliki kegemaran membaca dan mempu memanfaatkan secara optimal perpustakaan yang ada.

MANAJEMEN GEDUNG SEKOLAH

Manajemen gedung sekolah yang cerdas bersama dengan program pelayanan pemeliharaan yang sistematis dapat menghasilkan keuntungan yang sangat besar bagi operasi sekolah. Ini ditunjukan kepada peningkatan pelayanan yang berlangsung terus menerus, kegiatan,dan prosedur yang perlu untuk menjamin kondisi gedung yang paling baik.

Lima hal penting dalam manajemen gedung sekolah

1. Mamajukan iklim belajar . Gedug sekolah yang bersih, menyenangkan, teratur, serta memberikan rasa nyaman dan tenteram akan merangsang belajar dan juga menibulan rasa banggadan respek terhadap barang-barang milik sekolah.

2. Mamajukan kesehatan dan keamanan. Ini meliputi perlindungan murid dan personil terhadap kondisi yang merusak kesehatan dan keamanan.

3. Memelihara gedung secara ekonomis. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu personil , perbekalan dan perlengkapan yang dipakaidalam pekeraan pemeliharaan, dan peakaian telpon, air, listrik.

4. Melindungi barang barang milikk sekolah. Ini meliputi kegiatan pemeliharan,termasuk perhatian segara kepada perbaikan-perbaikan kecil dan besar; kegiatan pembersihan; dan penceghan untuk melindungi gedung dan halaman terhadap kerusakan, vandalisme dan bahaya kebakaran.

5. Memajukan citra masyarakat yang sesuai. Penting untuk diperhatikan bahwa hubungan langsung antara orang tua dan warga masyarakat dengan sekolah sering terbatas pada partisipasi mereka dalam berbagai kegiatan masyarakat yang menggunakan fasilitas sekolah. Banyak kesediaan orang tua dan masyarakat yang bisa diperoleh melalui persiapan gedugn sekolah yang baik dan efisien. Perhatian yang sesuai terhadap penerangan ditempat keluar masuk, tanda tanda informasi, ventilasi, tempat duduk, dan tempat parkir kendaraan dapat berarti banyak unutk memajuka citra masyarkat tenteng operasi sekolah.

PELAYANAN KESEHATAN DAN KEAMANAN

Kesehatan fisik dan mental yang baik termasuk tujuan –tujuan penting pendidikan. Maka perhatian sekolah diarahkan pada terciptanya kesehatan yang lebih baik dan lingkungan fisik yang lebih membantu bagi proses belajar.

Pemeriksaan kesehatan yang tertuju pada penemuan pengobatan dini yang diperlukan, perawatan gigi, dan peeriksaan mata sering dilakukan disekolah-sekolah walaupun belum merata dan belum dilakukan secara teratur, dan pada umunya masih terbatas pada sekolah-sekolah dikota saja.

BAB III

PENUTUP

Sarana danPrasarana dalam hakekatnya tidak dapat dipisahkan satu sama lainya karena keduanya saling terkait. Berdsarkan fungsinya masing-masng sarana dan prasarana diharapkan mampu meningkatkan mutu pendidikan dalam suatu sekolah baik secara langsung terhadap pembelajaran ataupun tidak, terlepas dari kelengkapan masing-masing dalam sebuah sekolah sarana dan prasarana tidak bisa dipungkiri bahwa keberadaannya sangat diperlukan demi terciptanya lingkunga sekolah yang indah, tenteram, dan menyenangkan baik bagi guru sebagai pengajar ataupun bagi siswa sebagai pelajar.

Jadi manajemen sarana dan prasarana yang cerdas dan prfesional sangat dibutuhkan demi mencapai tujuan penidikan yang diidam idamkan.

Seiring dengan berkembangnya kelengkapan sarana dan prasarana maka hal yang tidak kalah penting adalah keuangan. Seperti layaknya sarana dan prasarana maka keuangan juga membutuhkan penanganan yang profesional juga. Karena dengan mengetahui manajemen keuangan maka sekolah akan mampu menglah keuangan demi terciptanya kesejahteraaan dilingkungan sekolah. Wa Allahu ’alam bissawab.


DAFTAR PUSTAKA

Suryo Subroto, B, Drs; Diensi-dimensi administrasi pendidikan disekolah, Bina Aksara, Jakarta 1988

Ibrahim Bafada, M.Pd, Dr. Manajemen Perlengkapan Sekolah, Teori dan Aplikasinya, Bumi Aksara, Jakarta, 2004

Mulyasa, E, MPd, Dr; Manajemen Berbasis Sekolah, Rossda, bandung 2002.

Made pidarta. DR:(1988): Manajemen Pendidikan Indonesia:Bina Aksara: 266 h.

Otong sutisna, Prof. DR(1986):Admininstrasi Pendidikan Dasar Teoritis untuk Praktek Profesional: Angkasa: Bandung:352 h.

Sahertian Piet A. Drs(1994):Dimensi Administrasi Pendidikan:Usaha Offset:Surabaya: 400 h.



Drs.Suryo Subroto B.; Dimensi-Dimensi Administrasi Pendidikan di sekolah, Bina Aksara, jakarta 1988

Dr. Ibrahim Bafadal, M.Pd.; Manajemen Perlengkapan Sekolah Teori dan Aplikasi (Bumi Aksara, jakarta 2004) hal. 2

Drs.Suryo Subroto B.; Dimensi-dimensi administrasi pendidikan di sekolah, Bina Aksara, jakarta 1988

Prof. DR. Oteng Sutisna, MSc.Ed.; Administrasi Pendidikan Dasar Teoritis untuk praktek professional (Angkasa, Bandung, 1986) hal.143

Dr. Ibrahim Bafadal, M.Pd.; Manajemen Perlengkapan Sekolah Teori dan Aplikasi (Bumi Aksara, jakarta 2004) hal. 14.

Prof. DR. Oteng Sutisna, MSc.Ed.; Administrasi Pendidikan Dasar Teoritis untuk praktek professional (Angkasa, Bandung, 1986) hal. 157.

Share this article :

0 comments:

Arsip Curahan

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Curahan Tangan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Khotibul Umam
Proudly powered by Blogger