Home » » ”MANAJEMEN PENDIDIKAN”

”MANAJEMEN PENDIDIKAN”

Written By umam on 11 Sep 2008 | 9/11/2008 01:55:00 AM

MANAJEMEN
Dalam suatu perkumpulan, himpunan atau organisasi pasti ada aktivitas-aktivitas atau kegiatan-kegiatan yang sengaja dibuat untuk mencapai tujuannya masing-masing. Dan dalam pelaksanaan aktivitas-aktivitas tersebut tidak akan lepas dengan yang namanya manajemen. Lalu apa pengertian dari manajemen itu sendiri. Banyak hal yang perlu diketahui guna mengungkap pengertian manajemen. Dan ternyata selain itu yang perlu dicermati adalah bahwasanya ada hal lain yang sangat erat kaitannya dengan manajemen, yaitu organisasi dan administrasi. Organisasi sendiri merupakan suatu wadah bagi sekumpulan orang dengan ikatan tertentu untuk mencapai cita-cita mereka, dimana kemudian mereka mengintegrasikan sumber-sumber materi atau sikap para anggota (manajemen) lalu berusaha melaksanakn kegiatan-kegiatan tersebut untuk mencapai cita-cita atau tujuan. Manajemen dan pelaksanaan kegiatan tersebut sering disebut sebagai administrasi.
Bila kita lihat dari beberapa pengertian ternyata masih sukar membedakan antara manajemen dan administrasi. Danis (1976, h.2) dalam tulisnnya membedakan antara manajemen sebagai peranan dan manajemen sebagai tugas. Manajemen sebagi tugas ialah melaksaakan fungsi-fungsi manajemen, sedangkan manajemen sebagai peranan disebutkan peranan administrasi aksekutif. Peranan eksekutif sendiri ialah mengerjakan atau melaksanakan keputusan pada tingkat tertinggi. Dengan demikian administrasi dapat dikatakan sebagai proses melaksanakan keputusan secara umum yang telah diambil sebelumnya baik oleh organisasi itu sendiri maupun oleh pihak lain.
Dale mengutip beberapa pendapat ahli tentang pengertian manajemen sebagai :
1. Mengelola orang-orang
2. Mengambil keputusan
3. Proses mengorganisasi dan memakai sumber-sumber untuk menyelesikan tujuan yang sudah ditentukan (1973, h.4)
Pendapat pertama merupakan penanganan terhadap para anggota organisasi, sedangkan pendapat kedua dan ketiga mencakup para anggotanya dan materi. Orang dan materi termasuk dana diatur dan diarahkan, kemudian diputuskan aturan-aturan dan hasil arahan itu untuk mencpai tujuan organisasi.
Pengertian yang lain ialah hanya menekankan pengaturan orang-orang saja yaitu kelompok khusus orang-orang yang tugasnya mengarahkan usaha keatas tujuan-tujuan, melalui aktivitas-aktivitas atau dikerjakan orang lain (Massie, 1973, h.4). Sesutu aktivitas menggerakan orang lain, suatu kegiatan memimpin, atas dasar sesuatu yang telah ditetepkan terlebih dahulu (sigian, 1979, h. 74-75). Kedua pendapat ini sama dalam hal kegiatan menggerakan orang-orang lain, tetapi berbeda dalam hal apakah itu kelompok atau suatu aktivitas.
Anthony mengatakan para pemipin organisasi disebut para manajer, sedangkan secara kolektif mereka diesebut manajemen (1974, h.296). Informasi ini ternyata memperkuat perbedaan. Suatu pandangan yang bersifat umum dari pandangan-pandangan diatas mengatakan bahwa manajeman adalah proses mengintegrasikan sumber-sumber yang tidak berhubungan menjadi sistem total untuk menyelesaikan suatu tujuan (jhonson, 1973, h.15). Yang dimaksud sumber disini ialah mencakup orang-orang, alat-alat, media, bahan-bahan,uang dan sarana. Semuanya diarahkan dan dikoordinasikan agar terpusat dalam rangka menyelesaikan tujuan.

PENDIDIKAN
Hingga saat ini para ahli masih belum bisa menemmukan kata sepakatdalam mendefinisikan istilh pendidikan, walaupun sama-sama sudah mengarah pada suatu tujuan tertentu. Menurut Driyakara (1980) yang dimaksud dengan pendidikan memanusikan manusai muda. Pengangkatan manusia muda ke tarap mendidik. Hal ini masih searah dengan yang dinyatakan dalam Dictionary of Education bahwa pendidikan adalah: (a) proses seseorang mengembangkan kemampuan, sikap, dn tingkahlaku lainnyadidalam masyarakat tempat mereka hidup, (b) proses sosial yamg terjadi pada orang yang dihadapkan pada pengaruh lingkungan yang terpilih dan terkontrol (khusunya yang datang dari sekolah), sehingga mereka dapat memperoleh perkembangan kemampua sosial dan kemampuan individu yang optimum. Dengan kata lain pendidikan dipengaruhi oleh lingkungan atas individu untuk menghasilkan perubahan-perubahan yang sifatnya permanen (tetap) dalam tingkah laku, pikiran, dan sikapnya.
Tetapi selain itu masih ada pengertian lain yaitu dikemukakan oleh Crow-and Crow (1960); Modern aducational theory and practice not only are aimed at preparation for future living but also are operativein determining the patern of present, day-by-day attitude and behavior. Pendidikan tidak hanya dipandangsebgai sarana untuk persiapan hidup yang akan dating, tetapi juga untuk kehidupan sekarangyang dialami individu dalam perkembangannya menuju ke tingkat kedewasaannya. Berdasarkan pengertian tersebut dapat diidentifikasikan beberapa ciri pendidikan, antara lain sebagai berikut :
a. Pendidikan mengandung tujuan, yaitu kemampuan untuk berkembang sehingga bermanfaat untuk kepentingan hidup.
b. Untuk mencapai tujuan itu, pendidikan melakukan usaha yang terencana dalam memilih isi (materi), strategi, dan teknik penilaiannya yang sesuai.
c. Kegiatan pendidikan dilakukan dalam lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat (Formal dan Nonformal).
Apabila dikaitkan dengan keberadaan dan hakikat kehidupan manusia, kemanakah pendidikan itu diarahkan? Jawabannya adalah untuk pembentukan kepribadian manusia, yaitu mengembangkan manusiasebagai makhluk individu, makhluk sosial, makhluk susila, dan makhluk beragama (religius)

Definisi Manajemen Pendidikan
Manajemen pendidikan dapat diartikan sebagai aktivitas tertentu untuk mencapai tujuan, bersama-sama memadukan sumber-sumber pendidikan agar terpusat dalam usaha mencapai tujuan pendidikan yang telah di tentuka sebelumnya. Dipilih manajemen sebagai aktivitas, bukan individu, agar konsisten dengan istilah administrasi.
Manajemen pendidikan merupakan suatu proses untuk mengkoordinasikan berbagai sumber daya pendidikan sperti guru, sarana dan prasarana pendidikan seperti perpustakaan, laborattorium dan sebagainya untuk mencapai tujuan dan sasaran pendidikan. Tujuan pendidikan sebagaimana tertuang dalam pada UU Nomor 2 tahun 1989 pasal 4, antara lain di rumuskan : “ pendidikan nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia seutuhnya yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Ynag Maha Esa dan berbudi luhur, memiliki pengetahuan dan keerampilan, kesehatan jasmani dan rohani, keprbadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemsyarakatan dan kebangsaan.

Referensi
-Fatah, Nanang.2001. Landasan Manajemen Pedidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
-Pidarta, Made.1988. Mnajemen Pendidikan Indonesia. Jakarta : Bumi Aksara
Share this article :

0 comments:

Arsip Curahan

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Curahan Tangan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Khotibul Umam
Proudly powered by Blogger