Home » » ILMU PANCASILA YURIDIS KENEGARAAN

ILMU PANCASILA YURIDIS KENEGARAAN

Written By umam on 11 Sep 2008 | 9/11/2008 02:24:00 AM

KLASIFIKASI ILMU PENGETAHUAN
ILMU
v Ilmu-ilmu alam (natural sciences)
v Ilmu-ilmu sosial (social sciences)
v Ilmu-ilmu humaniora (the humanities)
TIANG PENYANGGA ILMU PANCASILA YURIDIS KENEGARAAN(IPYK)
Berobjek, yakni naskah-naskah resmi negara yang biasanya mempunyai imperatif yuridis misalnya UUD 1945, Ketetapan MPR, dan aturan perundang-undangan lainnya.
Memiliki metode ilmiah dalam pendekatannya.
Bersistem, artinya keseluruhan proses dan hasil berpikirnya disusun dalam satu kesatuan yang bulat, terdapat saling hubungan antara bagian-bagian dalam kebulatan itu sehingga diperoleh kesatuan-kesatuan yang organis, harmonis, dan dinamis.
Menyediakan argumentasi/bukti yang mendukung kebenaran atau kesimpulan-kesimpulannya.
SISTEMATIKA IPYK
Pancasila dalam arti formal dan arti material: dalam arti material adalah isi pengertian yang tetap daripada sila-sila Pancasila terlepas daripada bagaimana bunyi rumusannya. Isi pengertian yang tetap dari sila-sila Pancasila ini sudah ada sebelum terbentuknya NKRI.
Pancasila adalah pusat, dasar, dan inti dari Pembukaan UUD 1945.
Timbal balik antara Pancasila dan Pembukaan UUD 1945
Pembukaan UUD 1945 mempunyai kedudukan hukum yang kuat.
Mengubah Pembukaan UUD 1945 berarti membubarkan NKRI
Pancasila adalah Ideologi NKRI
Rangkaian kesatuan sila-sila Pancasila
Isi arti sila-sila Pancasila
Tertib hukum negara Indonesia (rechtsordnung)
Pembukaan UUD 1945 mengenal dan mengetahui adanya Hukum Tuhan, Hukum kodrat, dan hukum etis.
Asal mula Pancasila Dasar Filsafat NKRI.
TITIK TOLAK KELAHIRAN PANCASILA
Pembentukan Dokuritsu Zyunbi Tioosakai (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan UUD 1945 atau (BPUPKI) oleh Jepang dengan ketua: Dr. KRT. Radjiman widiodiningrat.
BPUPKI mulai bekerja pada tanggal 28 Mei 1945, dan mulai melakukan sidang-sidang pada tanggal 29 Mei-1 Juni 1945, dengan pembicara: Mr. Soepomo, Drs. Moh. Hatta, Mr. Muh. Yamin, dan Ir. Soekarno.
Pidato Soepomo tanggal 29 Mei 1945: tentang dasar negara isinya: Peri Kebangsaan, Peri Kemanusiaan, Peri Ketuhanan, dan Kesejahteraan Rakyat.
Tanggal 1 Juni 1945, Pidato soekarno mengusulkan dasar bagi Indonesia merdeka yang disebut Pancasila, yaitu: Kebangsaan (nasionalisme); Kemanusiaan (internasionalisme); Musyawarah, mufakat, perwakilan; kesejahteraan sosial; dan ketuhanan yang berkebudayan.
Kelima rumusan itu disederhanakan lagi menjadi Trisila, yaitu: Sosio-nasionalisme; Sosio-demokrasi; Ketuhanan.
Ketiga sila itu disederhanakan lagi menjadi Ekasila yaitu: Gotong Royong.
Tanggal 9 Agustus 1945 dibentuk PPKI oleh Jepang.
Sidang PPKI 18 Agustus 1945, pengesahan UUD 1945.
Share this article :

0 comments:

Arsip Curahan

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Curahan Tangan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Khotibul Umam
Proudly powered by Blogger